Friday, January 07, 2011

matahari awan



safar menjengah tiba
muharam mengundur diri
angin bertiup sepoi-sepoi bahasa dan terus derita awan kembali terpancar
matahari luka lama masih berbekam
hanya menunjuk diripun tidak lama

kerahan manusia yang merindui kontra warna matahari dan bersihnya awan
hanya mampu mengharap
berdoa pada pencipta perdana


perolakan musim berubah
elergi sejahtera
harap antibodi bertahan
positif sentiasa supaya
segala kerjaku lancar padu
dengan izin Tuhan