
safar menjengah tiba
muharam mengundur diri
angin bertiup sepoi-sepoi bahasa dan terus derita awan kembali terpancar
matahari luka lama masih berbekam
hanya menunjuk diripun tidak lama
kerahan manusia yang merindui kontra warna matahari dan bersihnya awan
hanya mampu mengharap
berdoa pada pencipta perdana
perolakan musim berubah
elergi sejahtera
harap antibodi bertahan
positif sentiasa supaya
segala kerjaku lancar padu
dengan izin Tuhan